Langsung ke konten utama

Liku-Liku Pendaftaran


Saat pendaftaran itu, ada berkas-berkas yang masih saya urus sehingga saya baru bisa mendaftarnya 2 hari sebelum penutupan. Pendaftaran hanya 4 hari saja. Saat itu mungkin sangat banyak yang daftar, kata salah satu panitia sekitar 4000an orang sehingga server sibuk terus dan tidak bisa dibuka.

Seharian penuh tangan saya hanya di laptop. Ada yang mengatakan coba akses di dini hari. Sayapun akses pada dini hari tetapi sama saja, server bermasalah. Saya menangis, mengingat hari itu adalah hari terakhir pendaftaran. Saya duudk dari pagi hari sampai di depan laptop untuk membuka alamat nusantara sehat. Barulah sore sekitar jam 3, website tersebut dapat dibuka. Tidak langsung berhasil mendaftar saat itu, ternyata ada kekeliruan STR yang diminta juga jaringan yang tidak begitu stabil. Waktiu sudah menunjukkan pukul 5 atau 6 sore saya sudah panik dan tidak tau harus bagaimana lagi dengan STR saya. saya menanyakan kepada adik tingkat saya yang telah bergabung di NS team batch XIV, dia mengatakan bahwa punya dia dulu bisa diakses tapi memang membutuhkan waktu yang tidak cepat baru diverifikasi. Saya down saat itu karena lagi lagi beberapa jam pendaftaran sudah ditutup.

Saya langsung menelpon teman saya, Dian NS team batch XII, dia langsung kasih nomor hp seorang pak yang mengurus STR di pusat untuk D3 Farmasi. Dian ini yang saya selalu repotkan saat pendaftaran hari itu (saya percaya Dian adalah orang yang dipakai Tuhan membantu saya dalam masalah STR).  Saya langsung WA pak itu, dan respon yang diberikan sangat baik walaupun menunggu beliau balas sampai 1 jam. Setelah pak itu (saya lupa nama bapak itu):D, menjawab sudah diverifikasi maka saya melanjutkan pendaftaran hingga jam 10 malam baru fix daftarnya.

Sore itu pada tanggal 07, di tengah panic saya berdoa, Tuhan kalau memang Tuhan ijinkan saya lulus NS biarkan saya bisa mengakses dan mendaftar hari ini. Kalau tidak, biarkan saya tidak bisa mendaftar.

Jadi, setelah mendaftar saya seperti lega dan senang karena saya tau bahwa saya pasti jadi peserta NS di batch XV tersebut.

Apakah benar saya menjadi peserta NS di batch XV?

Bersambung…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bulan Keluarga

Harta yang paling berharga adalah keluarga Istana yang paling indah adalah keluarga Puisi yang paling bermakna adalah keluarga Mutiara tiada tara adalah keluarga Selamat pagi Emak Selamat pagi Abah Mentari hari ini berseri indah Terima kasih Emak Terima kasih Abah Untuk tampil perkasa bagi kami putra putri yang siap berbakti.. Nyanyi yuk wkwk Lagu ini spesial pada bulan Keluarga di bulan Oktober. Ya, di gereja GMIT bulan oktober diperingati sebagai bulan keluarga. Seburuk apapun keluargamu,  mereka adalah orang-orang yang selalu mau menerimamu apapun keadaanmu. Mari saling mengasihi, menolong, dan mendoakan di dalam keluarga. Selamat bulan keluarga dan selamat hari Reformasi :) 

Ciloto, Kita Bertemu Tahun Ini

  Pembekalan dimulai tanggal 26 oktober. Sekitar tanggal 29 lokus penempatan kami diumumkan.   Yang pastinya dag dig dug rasanya. Taraaaaa..    27 hari pembekalan melalui zoom meeting, setelah itu tanggal 26 November kami ke Ciloto, tepatnya di BBPK Ciloto untuk mengikuti pembekalan secara tatap muka sampai tanggal 02 Desember. Daerah yang asri, subur, segar, nyaman yang saya selama ini hanya bisa melihat di internet sekarang saya benar-benar mengikuti pelatihan disana. Auditorium yang megah, yang selalu saya mimpikan untuk duduk disana sekarang jadi kenyataan. Ciloto punya banyak cerita, pelajaran dan banyak hal lain yang kami dapatkan disini. Kami dibimbing oleh para TNI yang luar biasa. Kami diajarkan semua hal secara disiplin. Setiap hari, jam 04.30 pagi, kami sudah harus berada di lapangan untuk melaksanakan senam pagi. Setelah itu, kami diberi waktu kurang lebih setengah jam untuk bersiap diri pada materi di hari itu. Tidak ada waktu istiraha...

Halo, Pancasila!

Pertama-tama saya mengucapkan selamat tahun baru untuk kita semua :) sudah terlambat ya? wkwk.  Pancasila, sebuah kampus yang didambakan sejak kurang lebih 8 tahun yang lalu. Hari itu, entah kapan tepatnya, awal mula tahu tentang pancasila adalah ketika iseng mencari kampus yang terima ahli jenjang ke S1-Profesi dan dari beberapa kampus yang muncul saat pencarian di google, FF Universitas Pancasila menjadi salah satu kampus yang ada dalam daftar tersebut. Mulailah saya mencari tahu tentang dimana kampus ini, berapa lama sekolahnya dan yang paling penting adalah berapa biayanya. Saya hanya sebatas mencari tahu meskipun dalam lubuk hati yang paling dalam ingin melanjutkan studi ketika lulus D3, namun disaat yang sama diriku benar-benar menyadari juga bahwa itu adalah hal yang tidak akan mungkin terjadi.  Ya, tentu dengan biaya besar yang jumlah berapa kali lipat dibanding D3 ku dulu adalah satu-satunya hal yang saya pertimbangkan. Disaat yang berdekatan, adikku juga akan masuk k...